My Birthday 💅🧘🌱❤️
16 Juli, 35 tahun yang lalu, aku dilahirkan ke dunia. Apaaa??? Umur kamu sudah 35 tahun? Dan kamu belum menikah???
Dulu setiap bertambahnya umur bagi saya adalah hal yang menakutkan. Pasti nanti banyak pertanyaan : sudah punya pacar belum? Kapan rencana nikah? Jangan pilih-pilih lah, nanti keburu ketuaan dan susah punya anak, bla bla bla.... Dst
Kini, semakin bertambah usia, semakin kebal kuping dan mental ku menghadapi situasi seperti itu, aku bawa ketawa ketawa, senyumin aja. Karena hanya itu yang bisa aku lakukan. Memberi penjelasan tentang kenapa aku sampai saat ini masih sendiri, itu gak mungkin. Aku yakin mereka gak akan ngerti, akan susah bagiku menjelaskan secara detail. Semua orang berhak bertanya. "Bertanya" ya guys, bukan menghakimi. Kalau hanya sekedar bertanya, aku sih enjoy aja, tapi kalau sudah menghakimi aku tentang masa depan ku itu, jangan harap aku mau dekat lagi dengan orang itu.
Gini ya guys, hidup itu bukan perlombaan, yang menikah cepat bukan berarti dia pemenang, dia sudah capai garis finish, no. Memang ini biasa saja bagi aku yang saat ini tinggal di kota. Tapi tidak bagi orang tua ku. Beberapa kali mereka berniat mengenalkan kubpada beberapa orang, dari yang saudara jauh kakek ku, sampai ke teman ngaji ibu ku di kampung 🥴
Kadang ingin menyerah dan terima saja, tetapi..... Tapi nih, aku gak yakin akan bisa hidup dengan orang asing yang sama sekali tidak aku kenal, akankah bisa nyambung saat bertukar pikiran, kalau iya ya syukur, kalau gak? Mungkin dunia ku akan terasa terbakar setiap hari. Yang ada aku tidak akan sopan terhadapnya, bertengkar setiap saat, dan bisa jadi terjadi perpisahan. Apakah itu tujuan menikah??
Aku selalu menolak menerima orang asing, berteman sajalah denganku. Jika kau asik, pemikiran kita bisa sejalan, bolehlah ketahap berikutnya 😆😆 ((udah tua masih belagu ya gue ))
Banyak anggapan atau penilaian orang yang mengatakan aku terlalu keras, aku terlalu idealis, aku bla bla bla.... Hai... Ini hidup ku, aku yang menjalani, kalian hanya mengomentari. Kalian gak pernah tau kan, seberapa berjuangnya aku untuk mewujudkan harapan orang tua agar aku segera menikah??
Pertama : saking belum pernahnya punya pacar, saat awal ke Jakarta dulu, setiap kali pulang, ibu ku nanya : sudah punya pacar belum? Tahun ke-2 aku di Jakarta, setiap hari aku berdoa. Ya Alloh, jika memang ada untuk saya, apapun keadaannya saya terima. Dikasih lah tuh pacar sama Alloh, beneran seadanya ini. Tapi aku ikhlas banget menjalani sama dia. Dia orang biasa biasa aja, keluarga broken home, maaf... Sedikit ada cacat di tangannya. Ehhhh aku nya sudah iklhas menerima, dia pergi begitu saja. Mencari yang dia bilang jauh lebih bla bla bla di banding aku (menurut dia sih).
Kedua : aku menjalani dengan brondong usia 1 tahun di bawah ku, menurut ku dia terlalu tampan sih, gak cocok memang sm aku. Dia terlalu tinggi pula, terlalu kaya, ahhh pokoknya sungguh terlalu. Tapi dia yang selalu mengejar ku. Dia yang pernah menemui bapak ku juga. Sampai akhirnya aku pun mau dengannya, setelah aku menyerahkan hati ini 🥴🥴 dia pergi menghilang tanpa pesan. Entahlah salah ku apa, tanpa perpisahan, tanpa kata kata, lenyap begitu saja. Bahkan nomer hp ku di block sm dia. Aku kirim massage ke FB nya, hanya di baca saja. Cukup sampai disitu?? Ngakkkk. Aku masih menunggu perubahan iklim hatinya cieileee hahaha. Aku terlalu bodoh, masih berharap, masih menunggu. Hari-hari ku tanpa dia hanya ku jalani sebatas kantor dan kampus. Aku memagari diri dari pergaulan 🤦🤦. Sampai pada akhirnya aku mengetahui bahwa orang yang aku tunggu itu telah menikah.
Menikah booookkkk, aku 2x udah di tinggal menikah. Jadi drama sakit hati percintaan aku sudah khatam. Terus sampai saat ini, sudah 10 tahun dari kejadian ke 2 tadi berlalu aku masih sendiri, itu karena aku sudah krisis kepercayaan sama laki-laki. Yang deketin ada, tapi aku gak mau menyerahkan hatiku begitu saja . Yaelah hahaha
Kalau kami sudah saling kenal, dia mau ngajak serius, silahkan datang ke rumah di kampung. Kebanyakan laki-laki sering kabur tiba-tiba kalau di gituin 😄 . Yowes lah, nunggu wae
Nyai Slenthong
Minggu, 21 Juli 2019
Rabu, 15 November 2017
Indocina ku
First trip overseas
Kenapa ini aku bilang trip pertama ke luar negeri? karana ada keinginan, suatu hari nanti bisa jalan jalan ke luar negeri. Syukur syukur bisa stay di sana. Allahuma Aamiin.
Indochina, merupakan tujuan trip pertama ku. Sudah sejak lama pengin ngerasain jalan-jalan di negeri orang. Merasakan masakan, budaya setempat, rasanya menjadi orang asing dll. Tapi baru ada kesempatan saat temanku Lia dan Ledy berencana ke sana. Tidak semua indochina aku kunjungi. Karena dengan mepetnya waktu dan minimnya budget. Alhasil, baru sekedar icip-icip Malaysia, Vietnam, Laos dan Thailand. Next, aku akan kembali untuk beneran merasakan sensasi negaranya.
Ga perlu di bahas berapa budget yang aku keluarkan untuk trip indochina ini. Yang pasti, aku merencana untuk jalan ke sana di akhir april. Aku hanya memikirkan soal cuti terlebih dahulu, mengingat begitu sulitnya pengurusan cuti di tempat kerja ku. Ya walaupun itu hak karyawan, kalau atasan tidak acc, tetap saja ga bisa jalan.
Aku ngobrolin tentang trip ini dengan atasan ku di bulan November tahun 2016. Inget banget saat itu sedang terjadi demonstrasi menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama untuk mundur. Tepatnya di hari Jum'at 04 November 2016. Teman-teman kantor di minta untuk pulang kerumah masing masing sekitar jam 2 siang. Karena di khawatirkan demonstrasi tadi berakhir rusuh seperti kejadian 1998. Karena seluruh keluarga atasan saya tadi tinggal di Semarang, atasan ku ini sudah terlanjur beli tiket kereta ke semarang, dan keberangkatannya jam 4 sore. Alhasil, beliau meminta ku untuk menemaninya di kantor, sekedar ngobrol ngobrol.
Dari situ, aku mulai memberanikan diri membuka omongan tentang trip Indochina yang akan aku jalani bersama travelmate ku. Alhamdulilah, di beri kemudahan.
Aku mulai komitmen menabung sejak Januari 2017, dan menyicil apa-apa saja yang di perlukan untuk kesana. Paspor jalas belum punya, akhirnya di Februari aku izin untuk mengurus paspor, serta beli sepatu yang nyaman untuk di gunakan selama 10 hari nanti. Singkat cerita, semuanya beres, termasuk tiket pesawat, hostel dll, sudah di atur oleh Lia dan Ledy.
Aku berangkat beserta 3 teman baik ku. Lia, Ledy dan Icha. Hari keberangkatan tiba, dag dig dug rasanya, karena belum pernah jalan ke luar negeri. Untuk Lia dan Ledy yang sudah melanglang buana di Eropa sana, ga ada raut muka khawatir aku lihat. Hanya aku dan Icha yang terlihat sedikit tegang.
Dilain kesempatan, akan aku bahas sedikit perjuangan selama 9 hari di Indochina ♥♥
Foto di ambil sesaat sebelum flight ke Malaysia. See you ♥♥
Kenapa ini aku bilang trip pertama ke luar negeri? karana ada keinginan, suatu hari nanti bisa jalan jalan ke luar negeri. Syukur syukur bisa stay di sana. Allahuma Aamiin.
Indochina, merupakan tujuan trip pertama ku. Sudah sejak lama pengin ngerasain jalan-jalan di negeri orang. Merasakan masakan, budaya setempat, rasanya menjadi orang asing dll. Tapi baru ada kesempatan saat temanku Lia dan Ledy berencana ke sana. Tidak semua indochina aku kunjungi. Karena dengan mepetnya waktu dan minimnya budget. Alhasil, baru sekedar icip-icip Malaysia, Vietnam, Laos dan Thailand. Next, aku akan kembali untuk beneran merasakan sensasi negaranya.
Ga perlu di bahas berapa budget yang aku keluarkan untuk trip indochina ini. Yang pasti, aku merencana untuk jalan ke sana di akhir april. Aku hanya memikirkan soal cuti terlebih dahulu, mengingat begitu sulitnya pengurusan cuti di tempat kerja ku. Ya walaupun itu hak karyawan, kalau atasan tidak acc, tetap saja ga bisa jalan.
Aku ngobrolin tentang trip ini dengan atasan ku di bulan November tahun 2016. Inget banget saat itu sedang terjadi demonstrasi menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama untuk mundur. Tepatnya di hari Jum'at 04 November 2016. Teman-teman kantor di minta untuk pulang kerumah masing masing sekitar jam 2 siang. Karena di khawatirkan demonstrasi tadi berakhir rusuh seperti kejadian 1998. Karena seluruh keluarga atasan saya tadi tinggal di Semarang, atasan ku ini sudah terlanjur beli tiket kereta ke semarang, dan keberangkatannya jam 4 sore. Alhasil, beliau meminta ku untuk menemaninya di kantor, sekedar ngobrol ngobrol.
Dari situ, aku mulai memberanikan diri membuka omongan tentang trip Indochina yang akan aku jalani bersama travelmate ku. Alhamdulilah, di beri kemudahan.
Aku mulai komitmen menabung sejak Januari 2017, dan menyicil apa-apa saja yang di perlukan untuk kesana. Paspor jalas belum punya, akhirnya di Februari aku izin untuk mengurus paspor, serta beli sepatu yang nyaman untuk di gunakan selama 10 hari nanti. Singkat cerita, semuanya beres, termasuk tiket pesawat, hostel dll, sudah di atur oleh Lia dan Ledy.
Aku berangkat beserta 3 teman baik ku. Lia, Ledy dan Icha. Hari keberangkatan tiba, dag dig dug rasanya, karena belum pernah jalan ke luar negeri. Untuk Lia dan Ledy yang sudah melanglang buana di Eropa sana, ga ada raut muka khawatir aku lihat. Hanya aku dan Icha yang terlihat sedikit tegang.
Dilain kesempatan, akan aku bahas sedikit perjuangan selama 9 hari di Indochina ♥♥
Foto di ambil sesaat sebelum flight ke Malaysia. See you ♥♥
Tak kenal maka tak sayang
Bisa di bilang, ini adalah blog ke dua saya, setelah sebelumnya saya juga mempunyai blog tapi entah kenapa berbarengan dengan akun twitter saya yang tiba tiba tidak bisa di buka, blog pun sama. Mendadak tidak bisa di buka.
Perlu kiranya saya memperkenalkan diri di sini. Saya lahir dengan nama lahir Juliana (nama pemberian dari kakek saya, karena beliau sangat mengidolakan Ratu Belanda Queen Juliana). Saya di besarkan di desa pinggiran kota kecil di Kutoarjo.
Saya sangat menyukai dunia anak-anak, memasak, traveling, kebudayaan Indonesia terutama kesenian tradisional. Saya berlatih gamelan jawa bersama group Nyai Slenthong di Yayasan Belantara Budaya Indonesia (Museum Kebangkitan Nasional). Saya juga sangat menyukai olahraga yoga.
Senin sampai jum'at, kegiatan saya bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta Selatan, sabtu saya isi dengan berlatih gamelan jawa di Museum, minggu saya yoga bersama komunitas yoga gembira di Taman Suropati, Menteng Jakarta Pusat.
Rekan kerja saya selalu bilang, bahwa saat weekend, hari-hari saya lebih sibuk dari weekday. Tapi saya enjoy menjalaninya. Bagi saya, justru saat libur tapi tidak melakukan apa-apa, itu akan sangat membosankan. Sesekali saya juga menghabiskan akhir pekan dengan memasak, dan juga hangout bersama sahabat sahabat saya.
Ini saya, sapalah jika bertemu, maka saya akan menyapa balik anda :)
Perlu kiranya saya memperkenalkan diri di sini. Saya lahir dengan nama lahir Juliana (nama pemberian dari kakek saya, karena beliau sangat mengidolakan Ratu Belanda Queen Juliana). Saya di besarkan di desa pinggiran kota kecil di Kutoarjo.
Saya sangat menyukai dunia anak-anak, memasak, traveling, kebudayaan Indonesia terutama kesenian tradisional. Saya berlatih gamelan jawa bersama group Nyai Slenthong di Yayasan Belantara Budaya Indonesia (Museum Kebangkitan Nasional). Saya juga sangat menyukai olahraga yoga.
Senin sampai jum'at, kegiatan saya bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta Selatan, sabtu saya isi dengan berlatih gamelan jawa di Museum, minggu saya yoga bersama komunitas yoga gembira di Taman Suropati, Menteng Jakarta Pusat.
Rekan kerja saya selalu bilang, bahwa saat weekend, hari-hari saya lebih sibuk dari weekday. Tapi saya enjoy menjalaninya. Bagi saya, justru saat libur tapi tidak melakukan apa-apa, itu akan sangat membosankan. Sesekali saya juga menghabiskan akhir pekan dengan memasak, dan juga hangout bersama sahabat sahabat saya.
Tinggal di tempat yang sekarang ini, saya merasa sangat senang. Bersama roommate saya, Nurina Lia, yang kebetulan setipe dalam perjalanan dengan saya. Entah itu berlatih gamelan, yoga, atau dalam traveling (kami sama-sama ngirit).
Saya merasa sangat beruntung mengenalnya.
Ini saya, sapalah jika bertemu, maka saya akan menyapa balik anda :)
Langganan:
Komentar (Atom)
